Tampilkan postingan dengan label Pariwisata Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata Indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 November 2009

THE WORLD'S FIRST HERITAGE INTERHASH

Borobudur Borobudur Temple

BOROBUDUR  

With daily International flights from Jakarta, Bali and Singapore, our intended Hash HQ will be at the Royal Palace City of Jogjakarta, Central Java. With Visas available on arrival, it’s a very tourist friendly and easy place to get in.

Jogjakarta   is rich in Culture, residence of the Royal Palace of the King of Java, the spectacular Ramayana ballet at the Prambanan Temple and just a one hours drive away lies the incredible Borobudur Temple. Jogja is also famous for its Shadow Puppet Shows and is a major designer and producer of fine Batik. 
                                                       
So, here’s what you really want to know. Jogja offers accommodation from 5 Star hotels to simple Losmans. Java is famous for its diverse selection of Local and International food with prices so cheap compared to the West. Java also grows some of the best Coffee, Tea and Tobacco in the world.
Getting around is easy, Taxis are cheap and plentiful, and there’s ‘nightlife’ to cater for everyone!

Hashing in Java is famous for its amazing sunsets and spectacular scenery. With runs through Rice Terraces, Rainforests, Rivers, Caves and Waterfalls, around Lakes and up Volcanoes.
We are not strangers to large groups, we hosted the Pan Indo event in 2005.

What we can promise you is that the beer will be cold and plentiful with no queues, a massive stage and dining area, amazing runs with no transport hassles, beer on the buses to and from the runs, ice, a Down Down Competition, a Red Dress Run around the Borubudur Temple , A spectacular Sunrise run up Mt. Bromo, a Live Volcanoe run up Mount Merapi, Pre and Post Lubes planned in neighboring Jogyakarta, Jakarta, Bandung, Bali and Lombok, a hash train run from Jakarta through the Tea Plantations to Bandung, voted one of the most scenic train journeys in the world.
When you stop hashing we have Safari Parks, Golf, White Water Rafting, Shopping and Sightseeing
We will be supported by all Indonesian Hash Clubs, the Government of Indonesia and the Ministry of Tourism.

Tidak Ada Penyesalan di Gunung Bromo

Kawasan wisata Gunung Bromo yang keindahannya tidak membuat pengunjung menyesal (foto dok)
Merencanakan perjalanan wisata bersama keluarga, temen kerja, teman kuliah dan bahkan temen satu kantor ke sebuah tempat yang dipenuhi suguhan pemandangan yang indah sejauh mata memandang yang dipadu dengan tantangan medan yang cukup menguras tenaga, tentu sungguh menggoda untuk segera direalisasikan. Yah..wisata alam Gunung Bromo misalnya.
Dua kawasan wisata pegunungan tersebut memang sudah sangat terkenal bagi masyarakat Indonesia dan bahkan masyarakat dunia lainnya. Pesona dan keunikan dan cerita legenda yang melekat di dalamnya akan membawa kita kepada kata syukur pada Maha Pencipta atas bius ciptaannya.
Bagi yang sudah pernah melakukan perjalanan wisata ke Gunung Bromo dan Gunung Semeru, hampir dapat dipastikan berkeinginan untuk kembali ke tempat ini. Tapi, dari hampir 230 juta penduduk Indonesia, mungkin baru sebagian kecil yang sudah pernah melakukan perjalanan wisata ke Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Apakah anda salah satu diantaranya yang ingin merencanakan perjalanan wisata ke Gunung Bromo?
Gunung Bromo memiliki ketinggian 2392 M dari permukaan laut ini, adalah gunung berapi yang masih aktif memiliki panorama lanskap pengunungan yang sangat spektakuler terkenal di seluruh dunia, dan termasuk dalam kategori pemandangan yang paling menarik di Indonesia. Wisata Gunung Bromo berada dalam wilayah dataran tinggi Tengger berbentuk kubah lava dan dikelilingi lautan pasir dan ditemani tiga gunung lainya, yaitu gunung Batok (2440 mdpl) dan gunung Kursi (2581 mdpl). Jika kita memandang ke arah selatan, tampak menjulang tinggi gunung tertinggi di pulau Jawa, yaitu Gunung Semeru (3676 mdpl) yang menjadi salah satu gunung teraktif di dunia saat ini .
Bagi wisatawan yang ingin melihat matahari terbit yang sangat menakjubkan, dibutuhkan kemauan yang kuat. Pertama, anda harus siap bangun atau dibangunkan jam 3 subuh, kedua anda pasti akan terkejut begitu keluar ke alam terbuka karena udaranya yang luar biasa dingin dan ketiga, setelah semua sudah siap, anda akan naik mobil toyota hardtop 4×4 duduk berdesakan dan di pagi yang buta anda bersama tamu lainya terlonjak lonjak di toyota hardtop tersebut mengikuti arah jalan yang meliuk liuk terus menampak dengan kiri kanan jurang sedalam 200 meter, perjalanan yang sunguh mendebarkan, namun semua itu akan terbayar begitu mobil hardtop itu berhenti,
keempat, anda masih harus melakukan trekking mengunakan senter di pagi yang masih gelap pekat dan berhenti di pos penjagaan tempat dimana para turis menyaksikan keindahan panorama Gunung Bromo pada saat matahari terbit. Begitu tiba di atas pos pengamatan, panas badan anda masih terasa hangat, biasanya rombongan tiba jam 5 pagi saat cuaca masih gelap. Yang terlihat jutaan bintang menyinari kawasan Gunung Bromo tertutup oleh kabut. Ketika waktu terus berlalu mulai terasa udara dingin sangat mengigit, untung ada para penjual kopi dan teh, lumayan menghangatkan badan yang mengigil karena suhu udara bisa mencapai 2°celcius apabila masih kemarau.
Sekitar pukul 5:30, semburat sinar lembayung mulai terlihat membias alam di sekitar. Gunung Bromo dibawah sana mulai jelas terlihat bak tempurung batok yang dikelilingi kabut tebal yang menyelimuti seluruh dataran pasir, sungguh pemandangan yang luar biasa. pukul 5:45, sinar terang di ufuk timur mulai menyinari seluruh alam semesta dan dari timur ke barat, kabut mulai terlihat menipis, samar samar mulai terlihat daratan lautan pasir.
Pukul 06:00 keajaiban alampun datang, sinar matahari terasa menusuk hangat, alam pun menjadi terang benderang menyingkap kabut yang entah pergi kemana, anda seperti disuguhkan alam maha karya yang luar biasa indahnya. Sekitar pukul 07:30, rombongan wisatawan akhirnya menyudahi kunjungan dan menuju kendaraan hardtop yang menunggu di bawah. Setelah  naik mobil 4×4 itu, rombongan dibawa menuju kawah lautan pasir menyusuri jalanan berbatu menurun curam luar biasa. Benar benar perjalanan yang mendebarkan, namun begitu tiba di daratan pasir yang maha luas, rombonganpun terus melaju menuju puncak Gunung Bromo, untuk menyaksikan dari dekat alam yang begitu indah.
Bagi anda dan keluarga yang masih ingin menikmati sajian lainnya, masih terdapat tempat-tempat lainnya yang juga tidak kalah indahnya. Misalnya saja menyusuri daerah pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian dan penghidupan masyarakat Tengger. Begitu juga dengan mencari tahu legenda-legenda yang ada di masyarakat yang dengan mudah ditunjukkan masyarakat setempat. Untuk membuktikan betapa tiada penyesalan berkunjung ke Gunung Bromo, sebaiknya realisasikan rencana anda.

Wisata Tangkuban Perahu



tangkuban_besar

Gunung Tangkuban Parahu adalah salah satu  gunung yang terletak di jawa barat. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung,  dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah sulfur dan lava  mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang,  mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang.  Daerah Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17oC pada siang hari dan 2 oC pada malam hari.
Legenda tentang terjadinya Gunung Tangkuban parahu sangat dikenal di Jawa Barat, disebut pula sebagai asal muasal terjadinya Talaga Bandung atau dongeng Sangkuriang. Legenda ini disusun dalam bentuk sastra lisan yang didalamnya mengandung lambang-lambang yang menginformasikan pengalaman manusia purba tentang kebaikan-kejahatan, perkawinan dan kesuburan, dosa,bencana,asal muasal, nasib manusia, tingkah laku dan tujuan hidup manusia serta menjadi alat pendidikan moral bagi masyarakat pendukung kebudayaan tersebut.
Gunung Tangkuban Perahu juga merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif di pulau jawa. Beberapa kali gunung ini tercatat pernah meletus, mengeluarka isi perutnya sehingga menghasilkan sembilan kawah yang tersebar di berbagai tempat di puncak gunung tersebut. Kawah Ratu merupakan kawah terbesar di lokasi ini, dikuti dengan Kawah Upas yang terletak bersebelahan dengan kawah ratu dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki kurang lebih 25 menit menempuh jarak sekitar +/- 1500 meter dari pos pengamat, mengitari tepi Kawah Ratu, berlawanan arah jarum jam.
Kawah Upas memiliki dasar kawah yang dangkal dan datar, dengan pepohonan liar tampak banyak tumbuh di salah satu sisi dasar kawah. Mungkin dikarenakan dangkal dan tidak terlalu luas, disamping juga harus ditempuh dengan jalan kaki terlebih dahulu, (berbeda dengan Kawah Ratu dimana mobil pribadi bisa parkir tepat di bibir kawah), Kawah upas jarang dikunjungi wisatawan. Pemandangan yang disajikan pada Kawah Upas ini cenderung “biasa-biasa” saja, namun dimungkinkan untuk menikmati pemandangan Kawah Ratu dari sisi yang berbeda, mengingat bibir Kawah Ratu dan Kawah Upas menyatu dalam bentuk satu jalur pendakian, dengan Kawah Ratu pada sisi kiri dan Kawah Upas pada sisi kanan.
Beberapa kawah diantaranya menunjukan tanda-tanda keaktifannya berupa keluarnya asap belerang dan munculnya sumber-sumber air panas di kaki gunung, diantaranya di kawasan Ciater, Subang.
Keberadaan gunung Tangkuban Perahu serta bentuk topografi Bandung yang berupa cekungan dengan bukit dan gunung di setiap sisinya, menguatkan teori keberadaan sebuah telaga (kawah) besar yang kini merupakan kawasan Bandung.
Para ahli geologi menyakini, kawasan dataran tinggi Bandung yang kurang lebih 709 m diatas permukaan laut merupakan sisa dari letusan gunung api purba yang dikenal sebagai Gunung Sunda dan Gunung Tangkuban Parahu merupakan sisa Gunung Sunda purba yang masih aktif.
Pesona gunung icon Jawa Barat ini sungguh menakjubkan. Saat cuaca cerah, lekukan tanah pada dinding kawah dapat terlihat dengan jelas, tidak hanya itu, keindahan dasar kawah pun dapat nikmati.
Maha Cipta sang Kuasa inilah yang menjadikan Gunung Tangkuban Perahu menjadi salah satu tempat wisata alam andalan Propinsi Jawa Barat, khususnya Bandung…

Wisata Kawah Putih


Kawah Putih Bandung Selatan Jawa Barat
Kawah Putih, salah satu tempat favourite untuk lokasi foto outdoor baik untuk pre wedding maupun modelling
KOTA BANDUNG
Kota Bandung terletak di dataran tinggi jawa barat yang memiliki ketinggian 700 meter dari permukaan laut. Karena letaknya yang tinggi maka kita bisa merasakan sejuknya udara pegunungan di pinggiran kota Bandung seperti di Lembang dan Pengalengan. Bagi yang menyukai foto-foto dengan latar belakang city scape ataupun bangunan-bangunan kuno seperti braga street, gedung merdeka, gedung sate, dll, kota Bandung bisa dijadikan alternatif pilihan lokasi foto outdoor anda.
CIWIDEY - KAWAH PUTIH - PENGALENGAN
Kurang lebih 30 km kearah selatan kota Bandung, kita bisa menemukan lokasi foto outdoor yang unik dari pemandangan danau cileunca, kebun teh, hutan pinus yang asri, dan objek wisata kawah putih yang terkenal. Karena keindahan alamnya, daerah bandung selatan ini kerap dikunjungi turis-turis baik domestik maupun mancanegara. Dari kota Bandung, kita memerlukan 1 jam perjalanan untuk dapat tiba di areal wisata agro ini.

Paris Van Java, Bandung


Bandung - a shop at Jalan Braga
a shop at Jalan Braga
BANDUNG, PARIJS VAN JAVA
Bandung is the capital of West Java in Indonesia, 180 kilometers southeast from Jakarta. Bandung is the third largest city in Indonesia and a centre of industry and traditional Sundanese arts – with plenty of cultural performances for tourists – though it suffers from traffic pollution and uninteresting modern developments. Called Parijs van Java (Paris of Java) by the Dutch, its high altitude location makes the weather pleasantly cool. Its European ambiance and sophistication, Bandung shares with Miami a fine legacy of Tropical Deco architecture dating from the 1920's.

The Dutch spotted the potential of this lush, cool plateau and its fertile volcanic slopes in the mid-seventeenth century, and set about cultivating coffee and rice here. Several relics from the city's colonial era remain, including some of the elegant shops along Jalan Braga, and some fine buildings on Jalan Asia-Afrika.

Bandung is Parijs Van Java, apparently attributed for the fact that Bandung offer all the comforts for a city for lovers: beautiful mountain side scenery, the cozy nightime atmosphere, as well as the shady trees that grace at the road sides.

Kamis, 08 Oktober 2009

Candi Borobur

Candi Borobudur
Jumat, 08 Mei 2009
Topik: Wisata

Borobudur merupakan candi terbesar di Indonesia. Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, selain menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi, juga menjadi pusat ibadat bagi penganut Buddha di Indonesia khususnya pada setiap perayaan Waisak. Hal ini sesuai dengan arti namanya yaitu "biara di perbukitan". Saat ini Borobudur ditetapkan sebagai salah satu Warisan Dunia

Pariwisata INDONESIA

Lampung & Krakatau Volcanic Island





Ancient Chinese travel chronicles refer to a place in the most southerly part of Sumatra called “Lampung” or “place of southerly winds”. The province is gene-rally flat with the highest mountains of Gunung Pesagi, Tanggamas, Seminiung, Sekincau and Raya all being dormant volcanoes. Bandar Lampung, the Provincial capital, was formerly two separate towns, Tanjungkarang and the port of Teluk Betung, which after the infamous eruption of Krakatau were both completely covered in volcanic ash. In the course of development, however this town have merged together to become one single city.
Tourist Office:
Jl. Ahmad Dahlan No. 79, Gunung Mas,
Bandar Lampung 35211
Phone. (0721) 263401, 361430
Fax. (0721) 266184




Getting there:
Domestic airlines have daily flight from Jakarta. Rajabasa bus terminal is one of the busiest in Sumatra, with a constant flow of departures. The trip from Jakarta takes eight hours which include crossing Sunda strait between Merak in Java and Bakaheuni Lampung by ferry. Three trains a day run from Palembang.

Tourism Events
Krakatau Festival. This annual event is held at the end of August 25-30 2008 the festival commemorate Krakatau’s eruption in the late 19th century. The volcano is located in the Sunda Strait, South of Lampung, in the southern tip of Sumatra.

Places of Interest=]
Bandar Lampung has a Museum and a Monument of Krakatau Eruption.
Krakatau Island

Krakatau is an inhabited island and located on the southern part of the Bay of Lampung. Krakatau is reachable in three hours by boat from Canti, a fishing village near Kalianda, South Lampung. Anak Krakatau (Child of Krakatau) is still growing, first emerging from the sea in early 1928, 45 years after the legendary eruption in 1883.
Krakatau Island is currently among three destination in Indonesia that has been  qualified in the New 7 Wonders of Nature campaign held by the New 7 Wonders Foundation (two other candidates is Lake Toba and and Komodo National Park). You could support Krakatau Island to become the New 7 Wonders of Nature by voting through the following the URL:
http://www.new7wonders.com/nature/en/liveranking/


pages